Seni Rupa Terapan

A. Karakteristik Seni Rupa dan Cabang-cabangnya

Seni Rupa adalah sebuah konsep atau nama untuk salah satu cabang seni yang bentuknya terdiri atas unsur-unsur rupa yaitu: garis, bidang, bentuk, tekstur, ruang dan warna. Unsur-unsur rupa tersebut tersusun menjadi satu dalam sebuah pola tertentu. Bentuk karya seni rupa merupakan keseluruhan unsur-unsur rupa yang tersusun dalam sebuah struktur atau komposisi yang bermakna. Unsur-unsur rupa tersebut bukan sekedar kumpulan atau akumulasi bagian-bagian yang tidak bermakna, akan tetapi dibuat sesuai dengan prinsip tertentu. Makna bentuk karya seni rupa tidak ditentukan oleh banyak atau sedikitnya unsur-unsur yang membentuknya, tetapi dari sifat struktur itu sendiri. Dengan kata lain kualitas keseluruhan sebuah karya seni lebih penting dari jumlah bagian-bagiannya.
Karya seni rupa dapat dibagi menjadi dua yaitu: karya seni rupa dua dimensi dan karya seni rupa tiga dimensi. Karya seni rupa dua dimensi adalah karya seni rupa yang hanya memiliki dimensi panjang dan lebar atau karya yang hanya dapat dilihat dari satu arah pandang saja. Contohnya, seni lukis, seni grafis, seni ilustrasi, relief dan sebagainya. Karya seni rupa tiga dimensi adalah karya seni rupa yang memiliki dimensi panjang, lebar dan tinggi, atau karya yang memiliki volume dan menempati ruang. Contoh : seni patung, seni kriya, seni keramik, seni arsitektur dan berbagai desain produk.
Seni Rupa jika dilihat dari segi fungsinya dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu seni murni (fine art) dan seni pakai / terapan (applied art). Seni murni adalah karya seni rupa yang dibuat semata-mata untuk memenuhi kebutuhan artistik. Orang mencipta karya seni murni umumnya berfungsi sebagai sarana untuk mengekspresikan cita rasa estetik. Kebebasan berekspresi dalam seni murni sangat diutamakan. Yang tergolong dalam seni murni yaitu: seni lukis, seni patung, seni grafis dan sebagian seni kerajinan.
Seni Terapan atau seni pakai (applied art) adalah karya seni rupa yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan praktis. Contoh seni terapan yaitu:arsitektur, poster, keramik, baju, sepatu, dan lain-lain. Dalam pembuatan seni pakai biasanya faktor kegunaan lebih diutamakan daripada faktor keindahan atau artistiknya. Membuat karya seni terapan tampak lebih sulit dibandingkan karya seni murni. Hal itu mungkin karena membuat karya seni murni terasa lebih bebas dibanding membuat karya seni terapan karena tidak memperhitungkan fungsi. Akan tetapi sering pula terjadi sebaliknya, melukis bisa lebih sulit daripada membuat rumah tinggal.
B. Fungsi dan Tujuan Seni Rupa
Sebagai unsur budaya, seni hadir atau diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia baik lahir maupun batin. Sebuah unsur budaya akan tetap terpelihara keberadaannya jika unsur budaya tersebut masih berfungsi dalam kehidupan sosial. Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat merasakan betapa kita sangat membutuhkan sarana berekspresi dalam menikmati keindahan bentuk.
Berdasarkan fungsinya dalam memenuhi kebutuhan manusia, seni dipilah menjadi beberapa kelompok.
1. Fungsi Individual
Manusia terdiri dari unsur fisik dan psikis. Salah satu unsur psikis adalah emosi. Maka fungsi individual ini dibagi menjadi fungsi fisik dan fungsi emosi.
a. Fisik
Fungsi ini banyak dipenuhi melalui seni pakai yang berhubungan dengan fisik, seperti; busana, perabot, rumah alat transportasi dan sebagainya.
b. Emosional
Fungsi ini dipenuhi melalui seni murni, baik dari senimannya maupun dari pengamat atau konsumennya. Contoh: lukisan, patung, film dan sebagainya.
2. Fungsi Sosial
Fungsi sosial artinya dapat dinikmati dan bermanfaat bagi kepentingan orang banyak dalam waktu relative bersamaan. Fungsi ini dikelompokkan dalam beberapa bidang.
a. Rekreasi / hiburan
Seni dapat digunakan sebagai sarana untuk melepas kejenuhan atau mengurangi kesedihan. Contoh: film, komedi, tempat rekreasi dan sebagainya.
b. Komunikasi
Seni dapat digunakan untuk mengkomunikan sesuatu seperti pesan, kritik, kebijakan, gagasan, dan produk kepada orang banyak. Contoh: iklan, poster, spanduk, dan lain-lain.
c. Edukasi / Pendidikan
Pendidikan juga memanfaatkan seni sebagai sarana penunjangnya, contoh; gambar ilustrasi pada buku pelajaran, poster ilmiah, foto dan sebagainya.
d. Religi / Keagamaan
Karya seni dapat dijadikan ciri atau pesan keagamaan. Contohnya; kaligrafi, arsitektur tempat ibadah, busana keagamaan dan sebagainya.
C. Seni Rupa Terapan Daerah Setempat
1. Seni Bangun / Arsitektur
Seni bangun merupakan salah satu hasil budaya masyarakat. Masyarakat Nusantara membuat bangunan dalam berbagai fungsi, yaitu tempat tinggal, lumbung padi, dan tempat beribadah. Di Jawa Tengah terdapat rumah Joglo yang berfungsi sebagai tempat tinggal dan sekaligus menjadi ciri khas budaya masyarakatnya. Demikian pula dengan masjid Demak yang struktur bangunannya sangat dekat dengan struktur rumah joglo.
2. Pakian Adat
Pengaruh budaya setempat juga sangat terlihat pada pakaian adat. Pada masa sekarang busana adat Jawa Tengah sering kita lihat pada upacara-upacara perkawinan Di Jawa Tengah pakaian adat menjadi pakaian resmi yang terpengaruh dari kalangan istana yang biasa digunakan untuk upacara kerajaaan atau upacara-upacara Keraton. Misalnya pada busana kenegaraan abdi dalem yang mengiringi kereta kuda Sultan Yogyakarta dan Surakarta dalam iring-iringan upacara. Busana tersebut berupa kaos kaki sutera, sepatu, gesper, dan jas beludru yang dihiasi dengan jalinan berpita emas. Busana adat Jawa Tengah mendapat pengaruh dari Eropa pada era Kolonial Belanda.
3. Wayang
Pertunjukan wayang di Indonesia bukan saja sebuah kesenian, melainkan juga sumber nilai. Wayang dalam perkembangannya sebagai sumber nilai, menyerap berbagai ajaran tentang penghormatan kepada alam, nenek moyang dan para dewa-dewi. Penghormatan itu dilakukan oleh manusia sebagai keinginan dasar untuk berhubungan dengan kekuatan adikodrati (supranatural), kepemimpinan dan kepahlawanan.Selain itu penghormatan semacam itu dilakukan sebagai bentuk hubungan manusia dengan Tuhan, dan juga hubungan manusia dengan manusia lain. Kesenian wayang umumnya memuat ajaran keagamaan dan kehidupan. Wayang selalu berubah dan menyesuaikan diri dengan konteks keagamaan dan zamannya. Pada masa penyebaran agama Hindu-Budha dan juga Islam dan Kristen, kesenian wayang selalu dimanfaatkan sebagai media yang popular dan efektif untuk dakwah keagamaan.
Meskipun sudah berkembang sejak masa Hindu-Buddha, kesenian wayang di Jawa mendapat sentuhan kreatif pada masa Islam. Sentuhan itu bukan saja terlihat dalam bentuknya melainkan juga pada tema-temanya. Meskipun begitu, wayang tetap mengandung pakem-pakem cerita utama, seperti Ramayana dan Mahabarata. Kesenian wayang di Jawa menjadi alas dakwah dan pendidikan paling efektif dan telah diterima masyarakat sehingga tetap hidup dalam berbagai bentuk perkembangannya sampai sekarang. Dari kesenian wayang yang bernafaskan Islam tersebut lahirlah sejumlah jenis wayang antara lain Wayang Kulit, Wayang Beber, Wayang Kayu, Wayang Krucil, Wayang Golek, bahkan Wayang Suket.
4. Perabot dan Benda Rumah Tangga
Perabot rumah tangga di Indonesia khususnya di Jawa banyak dipengaruhi gaya Eropa dan muncul pertama kali di kalangan istana. Perabot rumah tangga mulai digunakan di kalangan istana karena pada masa itu Sultan tidak dapat menerima perbedaan yang kontras antara dirinya dengan orang-orang Eropa. Orang Eropa duduk di tempat yang tinggi, seperti kursi atau sofa sedangkan dirinya duduk di lantai atau tikar. Akhirnya Sultanpun mulai menggunakan kursi, terutama di tempat kegiatan, serta saat Sultan dan pegawai belanda muncul bersamaan. Perabot rumah tangga asli didatangkan kalangan istana dan orang-orang Eropa serta dipakai sebagai lambang kebesaran. Pola-pola hiasnya kemudian ditiru oleh para perajin lokal. Hingga sekarang rumah-rumah dan perabotan orang Indonesia banyak mengandung unsur arsitektur yang mencerminkan kebesaran pemerintah Belanda.
Selain kursi, perabot rumah tangga yang lain banyak juga yang disertai hiasan dengan motif gaya Eropa.
5. Batik
Seperti halnya kesenian wayang, batik telah menjadi bagian dari kekayaan seni rupa tradisional di Nusantara, jauh sebelum masuknya Islam. Mitos awal tentang batik sudah ada sejak sekitar taun 700 Masehi. Mitos tersebut bercerita tentang istri Pangeran Jenggala, Lembu Ami Luhur. Dia seorang putrid dari Coromandel. Ia mengajari orang Jawa menenun, membatik dan mewarnai kain. Sejak itu kain batik dengan berbagai motif tertentu menjadi bagian dari identitas busana dan budaya raja, permaisuri dan keluarga istana pada masa kerajaan Hindu. Namun catatan tertulis tentang batik baru muncul pada tahun 1518, di wilayah Galuh di wilayah Barat laut Jawa.
Pada masa Islam batik terus berkembang, terutama dalam kekayaan motif dan arti perlambangannya. Pada masa Islam motif animisme dan Hinduisme yang muncul pada masa kerajaan Hindu diperkaya dengan motif Kaligrafi Arab, Masjid, Kakbah dan permadani. Di samping itu motif Cina sangat kental pada motif batik. Dalam sebuah cerita disebutkan bahwa Sultan Agung, Raja Islam pertam Mataram (1613-1645) memakai batik dengan motif burung Huk. Dalam mitologi Cina, burung Huk melambangkan keberuntungan.
Pada masa Islam dan masa sebelumnya, tradisi batik memang cenderung menjadi bagian dari tradisi istana. Namun dalam perkembangannya, ketika nilai-nilai keistanaan meluntur, nilai-nilai batik menjadi memasyarakat. Batikpun dibuat dan dipakai oleh banyak kalangan. Hasanuddin dalam bukunya yang berjudul Batik Pesisiran menyebutkan bahwa kegiatan membatik didasarkan pada lima motivasi dasar, yaitu:
a. Membatik sebagai kegiatan sambilan wong cilik.
b. Kegiatan membatik sebagai komoditas.
c. Membatik sebagai tradisi kalangan bangsawan.
d. Kegiatan membatik sebagau usaha dagang orang Cina dan Indo-Belanda yang ragam hias dan fungsinya diperuntukan bagi kalangan terbatas.
e. Membatik sebagai kebutuhan seni atau desain dengan konsep kontemporer.
6. Ragam Hias / Pola Wastra
Pada abad ke 18 dan 19, perdagangan batik di Indonesia berkembang pesat. Oleh karena kepesatan tersebut mulailah orang-orang Cina terjun sebagai pedagang batik dalam skala kecil maupun besar. Selain terjun sebagai pengusaha, orang-orang Cina mulai merintis dan membuka peruahaan batik sendiri. Para pekerjanya adalah warga pribumi dengan disiplin kerja yang ketat. Oleh sebab itu mutu batiknya cukup baik
Batik produksi pengusaha Cina cenderung menggunakan warna terang dan beraneka ragam. Pewarna yang digunakan adalah indigosol yang cukup tahan gosokan dan sinar matahari. Ragam hias yang batik yang paling popular adalah burung funiks yang berekor panjang, meander dan swastika. Ragam hias model ini banyak dipakai pada selendang lokcan berbahan sutera.
Perkembangan ragam hias batik Cina dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan selera konsumen. Di daerah Lasem misalnya, ragam hias batik Cina lebih rumit dan datar. Warna yang digunakan antara lain merah, biru, ungu, kuning, dan cokelat. Dalam proses perkembangannya susunan corak, ragam hias, dan warna batik Cina dan pribumi saling mempengaruhi dan melengkapi. Batik yang dibuat di daerah Pantai Utara Laut Jawa menggunakan corak terang, serta memadukan lukisan burung dan bunga. Hal itu jelas menandakan adanya pengaruh Cina. Batik Cirebon juga dikenal karena penggunaan pola ragam hias Cina, yaitu awan dan batu. Pengaruh Cina juga terdapat pada sarung songket yang berbenang emas dari Bali dan Sumatera serta kain perada Bali.

kementrian luar negeri

Organisasi Internasional

Kebijakan umum Pemri pada organisasi-organisasi internasional didasarkan pada Peraturan Presiden No. 7 tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Tahun 2004-2009, Bab 8 tentang Pemantapan Politik Luar Negeri dan Peningkatan Kerjasama Internasional. Melalui penetapan RJPM, Pemerintah berusaha meningkatkan peranan Indonesia dalam hubungan internasional dan dalam menciptakan perdamaian dunia serta mendorong terciptanya tatanan dan kerjasama ekonomi regional dan internasional yang lebih baik dalam mendukung pembangunan nasional.
Prioritas politik luar negeri Indonesia dalam 5 tahun ke depan dituangkan dalam 3 program utama yaitu program pemantapan politik luar negeri dan optimalisasi diplomasi Indonesia, program peningkatan kerjasama internasional yang bertujuan untuk memanfaatkan secara optimal berbagai potensi positif yang ada pada forum-forum kerjasama internasional dan program penegasan komitmen terhadap perdamaian dunia.
Sesuai dengan Keppres No. 64 tahun 1999, keanggotaan Indonesia pada organisasi internasional diamanatkan untuk memperoleh manfaat yang maksimal bagi kepentingan nasional, didasarkan pada peraturan perundangan yang berlaku dan memperhatikan efisiensi penggunaan anggaran dan kemampuan keuangan negara.
Keanggotaan Indonesia pada OI diharapkan dapat memberikan manfaat yaitu antara lain
  • secara Politik : dapat mendukung proses demokratisasi, memperkokoh persatuan dan kesatuan, mendukung terciptanya kohesi sosial, meningkatkan pemahaman dan toleransi terhadap perbedaan, mendorong terwujudnya tata pemerintahan yang baik, mendorong pernghormatan, perlindungan dan pemajuan HAM di Indonesia;
  • secara ekonomi dan keuangan : mendorong pertumbuhan dan stabilitas ekonomi yang berkelanjutan,  meningkatkan daya saing, meningkatkan kemampuan iptek, meningkatkan kapasitas nasional dalam upaya pencapaian pembangunan nasional, mendorong peningkatan produktivitas nasional, mendatangkan bantuan teknis, grant dan bantuan lain yang tidak mengikat;
  • secara Sosial Budaya : menciptakan saling pengertian antar bangsa, meningkatkan derajat kesehatan, pendidikan, mendorong pelestarian budaya lokal dan nasional, mendorong upaya perlindungan dan hak-hak pekerja migran; menciptakan stabilitas nasional, regional dan internasional;
  • segi kemanusiaan : mengembangkan early warning system di wilayah rawan bencana, meningkatkan capacity building di bidang penanganan bencana, membantu proses rekonstruksi dan rehabilitasi daerah bencana; mewujudkan citra positif Indonesia di masyarakat internasional, dan mendorong pelestarian lingkungan hidup dan mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam usaha-usaha pelestarian lingkungan hidup.

Mengenai pengusulan Indonesia untuk menjadi anggota dari suatu Organisasi Internasional diatur dalam Keputusan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Nomor SK. 1042/PO/VIII/99/28/01 tentang Tata Cara Pengajuan Kembali Keanggotaan Indonesia serta Pembayaran Kontribusi Pemerintah Indonesia pada Organisasi-Organisasi Internasional.
Menurut SK Menlu tersebut, dalam  hal suatu instansi bermaksud mengusulkan keanggotaan Indonesia pada organisasi internasional, usulan tersebut disampaikan secara tertulis kepada menteri Luar Negeri disertai dengan penjelasan mengenai dasar usulan serta hak dan kewajiban yang timbul dari keanggotaan itu. Pengusulan tersebut kemudian akan dibahas oleh Kelompok Kerja Pengkaji Keanggotaan Indonesia dan Kontribusi Pemerintah Indonesia pada Organisasi-Organisasi Internasional. Pembahasan mengenai usulan tersebut memperhatikan:
  1. Manfaat yang dapat diperoleh dari keanggotaan pada organisasi internasional yang bersangkutan;
  2. Kontribusi yang dibayar sebagaimana yang disepakati bersama dan diatur dalam ketentuan organisasi yang bersangkutan serta formula penghitungannya;
  3. Keanggotaan Indonesia pada suatu organisasi internasional yang emmpunyai lingkup dan kegiatan sejenis;
  4. Kemampuan keuangan negara dan kemampuan keuangan lembaga non pemerintah.

Organisasi internasional

ORGANISASI INTERNASIONAL

Organisasi internasional adalah suatu bentuk organisasi dari gabungan beberapa negara atau bentuk unit fungsi yang memiliki tujuan bersama mencapai persetujuan yg juga merupakan isi dari perjanjian atau charter.
Contoh organisasi-organisasi internasional adalah :
1. PBB
Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB (United Nations atau UN) adalah sebuah organisasi internasional yang anggotanya hampir seluruh negara di dunia. Lembaga ini dibentuk untuk memfasilitasi dalam hukum internasional, pengamanan internasional, lembaga ekonomi, dan perlindungan sosial. Perserikatan Bangsa-bangsa didirikan di San Fransisco pada tanggal 24 Oktober 1945 setelah Konferensi Dumbarton Oaks di Washington DC, namun sidang umum yang pertama dihadiri wakil dari 51 negara dan baru berlangsung pada 10 Januari 1946 (di Church House, London). Dari 1919 hingga 1946, terdapat sebuah organisasi yang mirip, bernama Liga Bangsa-bangsa, yang bisa dianggap sebagai pendahulu PBB. Sejak didirikan di San Fransisco pada 24 Oktober 1945, sedikitnya 192 negara menjadi anggota PBB. Semua negara yang tergabung dalam wadah PBB menyatakan independensinya masing-masing, selain Vatikan dan Takhta Suci serta Republik Cina (Taiwan) yang tergabung dalam wilayah Cina pada 1971. Hingga tahun 2007 sudah ada 192 negara anggota PBB. Sekretaris Jendral PBB saat ini adalah Ban Ki-Moon asal Korea Selatan yang menjabat sejak 1 Januari 2007.
2. NATO
Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organisation/NATO) adalah sebuah organisasi internasional untuk keamanan bersama yang didirikan pada tahun 1949, sebagai bentuk dukungan terhadap Persetujuan Atlantik Utara yang ditanda tangani di Washington, DC pada 4 April 1949. Nama resminya yang lain adalah dalam bahasa perancis : l’Organisation du Traité de l’Atlantique Nord (OTAN).
Pasal utama persetujuan tersebut adalah Pasal V, yang berisi:
Para anggota setuju bahwa sebuah serangan bersenjata terhadap salah satu atau lebih dari mereka di Eropa maupun di Amerika Utara akan dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota. Selanjutnya mereka setuju bahwa, jika serangan bersenjata seperti itu terjadi, setiap anggota, dalam menggunakan hak untuk mepertahankan diri secara pribadi maupun bersama-sama seperti yang tertuang dalam Pasal ke-51 dari Piagam PBB, akan membantu anggota yang diserang jika penggunaan kekuatan semacam itu, baik sendiri maupun bersama-sama, dirasakan perlu, termasuk penggunaan pasukan bersenjata, untuk mengembalikan dan menjaga keamanan wilayah Atlantik Utara.
Pasal ini diberlakukan agar jika sebuah anggota Pakta Warsawa melancarkan serangan terhadap para sekutu Eropa dari PBB, hal tersebut akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota (termasuk Amerika Serikat sendiri), yang mempunyai kekuatan militer terbesar dalam persekutuan tersebut dan dengan itu dapat memberikan aksi pembalasan yang paling besar. Tetapi kekhawatiran terhadap kemungkinan serangan dari Eropa Barat ternyata tidak menjadi kenyataan. Pasal tersebut baru mulai digunakan untuk pertama kalinya dalam sejarah pada 12 September 2001, sebagai tindak balas terhadap serangan teroris 11 September 2001 terhadap AS yang terjadi sehari sebelumnya.
3. ASEAN
Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (PERBARA) atau lebih populer dengan sebutan Association of Southeast Asia Nations (ASEAN) merupakan sebuah organisasi geopolitik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang didirikan di Bangkok, 8 Agustus 1967 melalui Deklarasi Bangkok oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, serta memajukan perdamaian di tingkat regionalnya. Negara-negara anggota ASEAN mengadakan rapat umum pada setiap bulan November. Prinsip Utama ASEAN
Prinsip-prinsip utama ASEAN adalah sebagai berikut:
  • Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas wilayah nasional, dan identitas nasional setiap negara
  • Hak untuk setiap negara untuk memimpin kehadiran nasional bebas daripada campur tangan, subversif atau koersi pihak luar
  • Tidak mencampuri urusan dalam negeri sesama negara anggota
  • Penyelesaian perbedaan atau perdebatan dengan damai
  • Menolak penggunaan kekuatan yang mematikan
  • Kerjasama efektif antara anggota

Anggota ASEAN :

Kini ASEAN beranggotakan semua negara di Asia tenggara (kecuali Timor Leste dan Papua Nugini). Berikut ini adalah negara-negara anggota ASEAN:
  • Indonesia
  • Filipina
  • Malaysia
  • Singapura
  • Thailand
  • Brunei Darrussalam
  • Vietnam
  • Laos
  • Myanmar
  • Kamboja
4. OKI

Organisasi Konferensi Islam (OKI) adalah sebuah organisasi antarpemerintahan yang menghimpun 57 negara di dunia. OKI didirikan di Rabat, Maroko pada 12 Rajab 1389 H (25 September 1969) dalam Pertemuan Pertama para Pemimpin Dunia Islam yang diselenggarakan sebagai reaksi terhadap terjadinya peristiwa pembakaran Masjid Al Aqsa pada 21 Agustus 1969 oleh pengikut fanatik Kristen dan Yahudi di Yerussalem.

Biografi Bahasa Sunda 'CUT NYAK DIEN'


NAMA TOKOH: CUT NYAK DIEN 

Kahirupan Awal Cut Nyak Dhien dibabarkeun di kulawarga bangsawan nu taat kana agama di Lamdinang, wilayah VI Mukim dina tahun 1848. Ramana nu namina Teuku Nanta Setia, mangrupi uleebalang VI Mukim, tur katurunan Machmoed Sati, nu ngumbara ti Sumatera Barat. Machmoed Sati kamungkinan dongkap ka Aceh dina abad ke 18 waktos kesultanan Aceh diparentah ku Sultan Jamalul Badrul Munir. kumargi eta, Ramana Cut Nyak Dhien ngagaduhan darah ti Minangkabau. Ibu Cut Nyak Dhien nyaeta putri uleebalang Lampagar.
Waktos alitna, Cut Nyak Dhien mangrupi gadis nu kakoncara kageulisanna.Anjeunna kenging atikan dina widang agama (nu dididik ku sepuhna atanapi guru agama) sareng lingkungan kulawargana nbgagaduhan kabiasaan ngatik budak gadis pikeun: masak, ngalayanan caroge, tur taat kana atikan). Seueur pameget nu kapincut ku Cut Nyak Dhien sareng pada ngalamar.
Dina yuswa 12 tahun, anjeunna tos dinikahkeun ku sepuhna, nyaeta taun 1862 sareng Teuku Cek Ibrahim Lamnga, putra ti uleebalang Lamnga XIII. Aranjeunna ngaggaduhan hiji-hijina putera pameget.
Teuku Umar, salah sahiji tokoh nu melawan Belanda, ngalamar Cut Nyak Dhien. Kawitna Cut Nyak Dhien nolak, tapi kumargi Teuku Umar ngawidian pikeun ulubiung di medan perang, Cut Nyak Dhien satuju pikeun rimbitan sareng anjeunna dina tahun 1880 nu nyababkeun ngahudangkeun moral pasukan perlawanan Aceh. Aranjeunna dipaparin budak isteri nu dipasihan nami Cut Gambang.
Saatos rimbitan sareng Teuku Umar, anjeunna sareng Teuku Umar tempur ngalawan Belanda. Mung, Teuku Umar gugur waktos nyerang Meulaboh dina tanggal 11 Februari 1899, nu nyababkeun anjeunna berjuang nyalira di pedalaman Meulaboh sareng pasukan alit.
Cut Nyak Dien waktos eta tos sepuh tur ngaggaduhan panyakit encok sareng rabun, numawi pasukanna nu namina Pang Laot ngalaporkeun kaayaan anjeunna, alatan ngaraos iba.anjeunna akhirna ditangkep tur dicandak ka Banda Aceh. Ti dinya, anjeunna dirawat sareng panyawatna mulai damang. Kaayaan anjeunna ngahudangkeun sumanget perlawanan rakyat Aceh tur kalayan bubunian masih hubungan sareng pejuang Aceh nu teu acan katangkep, alatan hal eta, anjeunna dialihkeun ka Sumedang. Tjoet Nyak Dhien pupus dina tanggal 6 November 1908 kalayan dimakamkeun di Gunung Puyuh, Sumedang.
Cut Nyak Dhien (Lamdinang, Kerajaan Aceh, 1848Sumedang, Jawa Barat, 6 November 1908; dimakamkeun di Gunung Puyuh, Sumedang) nyaeta Pahlawan Nasional Indonesia ti Aceh nu berjuang ngalawan Walanda dina waktos Perang Aceh. Waktos wilayah VI Mukim diserang, anjeunna ngungsi, sementawis carogena Ibrahim Lamnga tempur ngalawan Belanda. Ibrahim Lamnga pupus di Gle Tarum tanggal 29 Juni 1878 nu nyababkeun Cut Nyak Dhien janten ambek tur sumpah bade ngahancurkeun Belanda.

Puisi kyunha "Akan kah"

Akan kah kau tau aku
Akan kah tau keadanku
Akan kah kau tau dimana aku
aAkankah kau tau aku pilu

Kau terdiam di antara gedung-gedung jakarta
Berusaha banting tulang
Merantau di negeri orang
Tanpa kau sadari aku menanti

Menanti
Menanti kedatangan mu
Membawa salam rindu

Merindu
Merindu seperti ku
Mengenang mu,
Mengenang kita bersama.

"The Day You Went Away"


"The Day You Went Away"
[VERSE 1]
Well I wonder could it be
When I was dreaming 'bout you baby
You were dreaming of me
Call me crazy, call me blind
To still be suffering is stupid after all of this time
[PRE-CHORUS 1]
Did I lose my love to someone better
And does she love you like I do
I do, you know I really really do
[CHORUS]
Well hey
So much I need to say
Been lonely since the day
The day you went away
So sad but true
For me there's only you
Been crying since the day
The day you went away
[VERSE 2]
I remember date and time
September twenty second
Sunday twenty five after nine
In the doorway with your case
No longer shouting at each other
There were tears on our faces
[PRE-CHORUS 2]
And we were letting go of something special
Something we'll never have again
I know, I guess I really really know
[CHORUS]
The day you went away
The day you went away
[PRE-CHORUS 1]
[CHORUS]
[BRIDGE]
Why do we never know what we've got 'til it's gone
How could I carry on
The day you went away
Cause I've been missing you so much I have to say
Been crying since the day
The day you went away

The day you went away
The day you went away

Teks Drama Situ Bagendit

Situ Bagendit

Tokoh Drama
·         Novi (Petani)
·         Sinta (istri petani)
·         Hera (Nyi endit)
·         Nia (Barga/Centeng)
·         Hanna (Nenek)
Peralatan
a.     Lumbungpadi
b.     Tongkat
c.     Alat penumbuk padi
Latar Tempat
a.     Gudang Beras
b.     Rumah Petani
c.     Sawah
d.     Rumah Nyi Endit
Alur     : Maju

            Pada zaman dahulu di sebelah kota Garut ada sebuah desa yang subur dan penduduknya bermata pencarian  sebagai petani,namun meski desa mereka subur,tetap saja mereka hidup dalam kemiskinan.
            Suatu hari di didesa petani hilir mudik pergi ke sawah,hari itu adalah hari panen
*SAWAH*
Petani             :Berat rasanya jika harus menjual padi ini pada orang kikir itu
Nyi Asih          :Ya,mau gimana lagi kang,daripada kita harus berurusan dengan centeng-centengnya,bisa panjang ceritanya.
Petani             :Nyi endit itu benar-benar serakah ya…rasanya sayang banget ini padi harus di jual sama orang pelit.
Nyi Asih          :ya,kita mah  orang kecil,terima saja nasib kang.
Petani             :apa ya… yang di cari sama nyi endit? Harta sudah banyak gituh masih saja mau numpuk padi
Nyi asih           : ya,,,udahlah kang entar kedengaran orang lain,kang padinya sudah selesai di tumbuk?
Petani             :Sudah neng!
Nyi asih           :hayu ah kita jual…(Mereka berdua berangkat ke gudang beras nyi endit)
*GUDANG BERAS NYI ENDIT*
Petani             :Berapa harga padi sekarang?
Centeng        :masih sama seperti yang dulu
Nyi Asih          :kenapa tidak naik?padahal di tempat lain harganya lain
Centeng        :Sudah,nih…uangnya,sana pergi !(mereka berdua pergi keluar)
*RUMAH PETANI*
Petani             ;kapan nasib kita berubah?tidak tahan aku hidup seperti ini,kenapa ya tuhan tidak menghukum si lintah darat itu?
Nyi asih           :sssttttt…….jangan kencang-kencang atuh nanti ada yang dengar! Kita mah harus sabar! Nanti juga akan dating pembalasan yang setimpal bagi orang yang suka berbuat aniaya kepada orang lain.tuhan mah tidak pernah tidur.
*GUDANG BERAS NYI ENDIT*
(Nyi Bagendit sedang menghitung lumbung padi)
Nyi endit        :Bajar…..bagaimana,apa semua padi sedah di beli?
Bajar               :sudah nyi,boleh di periksa lumbungnya nyi! Lumbungnya sudah penuh di isi padi,bahkan sampai di luar karma tidak muat
Nyi endit        :ha…ha..ha…sebentar lagi mereka akan kehabisan beras dan akan membeli kepadaku,aku akan semakin kaya! Bagus ,awasi terus para petani itu jangan sampai mereka menjual padi pada tempat lain.Beri pelajaran bagi siapapun yang membangkang
(Beberapa minggu kemudian penduduk kehabisan beras)
*RUMAH PETANI*
Nyi asih           :aduh kang…. Persediaan beras kita sudah menipis sebentar lagi kita harus membeli beras kepada nyi endit,sudah sekarang harganya naik 5 kali lipat
Petani             :kata eneng juga harus sabar,ya..kita mah pasrah aja
(Di suatu siang yang panas,di ujung desa tampak nenek berjalan terbungkuk-bungkuk,dia melewati pemukingan penduduk dengan tatapan penuh iba)
Nenek                        :khm,! Kasihan para penduduk ini.mereka menderita hanya karena ulah seorng saja.sepertinya hal ini harus segera di akhiri.(dia berjalan mendekati seorang penduduk)Nyi,saya numpang Tanya
Nyi asih           :ya nek,ada apa ya?
Nenek            :Dimana saya bisa menemukan orang terkaya di desa ini?
Nyi asih           :maksud nenek nyi endit? Sudah dekat nek.nenek tinggal lurus ajah sampai bertemu pertigaan lalu nenek belok kiri,nanti nenek lihat rumah yang sangat besar,itu rumahnya.emang nenek ada perlu apa sama nyi endit?
Nenek                        :daya mau minta sedekah
Nyi asih           :ah…percuma saja nek,minta sama dia gak bakalan di kasih,kalau nenek lapar,nenek bias makan di rumah saya,tapi seadanya.
Nenek                        : tidak perlu,aku Cuma mau tau reaksinya kalau ada pengemis yang minta sedekah.oh ya…tolong kamu beri tahu penduduk yang lain untuk siap-siap mengungsi.karena sebentar lagi akan ada banjir besar.
Nyi asih           : nenek bercanda ya…?mana mungkin ada banjir di musim kemarau.
Nenek                        :akutidak bercanda karena aku adalah orang yang akan memberikan pelajaran pada nyi endit,maka dari itu mengungsilah!bawalah barang-barang berharga milik kalian
(nenek pun pergi dan nyi asih pun bingung)
*DI RIMAH NYI BAGENDIT*
Nyi bagendit sedang menikmati makanan bersama dengan centengnya,datanglah seorang pengemis(nenek-nenek)
Centeng        : hey pengemis tua,capat pergi dari sini! Jangan sampai teras rumah ini kotor terinjak oleh kaki9mu
Pengemis       :saya mau minta sedekah,mungkin ada sisa makanan yang bias saya makan,sudah tiga hari saya tidak makan.
Centeng        :apa peduliku,emang aku ibumu? Kalau mau makan,ya..beli jangan minta! Sana cepat pergi sebelum saya seret.
(tapi si nenek tidak bergeming dari tempatnya)
Pengemis       : nyi Endit keluarlah! Aku mau minta sedekah nyai Enndddiiittt….
Nyi Endit         :siapa sih yang terik-teriak di luar? Ganggu orang makan saja.hey siapa kamu nenek tua? Kenapa kamu berteriak- teriak di depan rumah orang?
Pengemis       :saya Cuma mau minta sedikit makanan karena saya sudah tiga hari tidak makan
Nyi endit        :lah,gak makan kok minta sama aku,TIDAK ADA…. Cepat pergi dari sini! Nanti banyak lalat nyium bau mu
(si nenek bukannya pergi  tapi malah menancabkan tongkatnya ke tanah ,lalu memandang nyi endit dengan penuh amarah)
Pengemis       :hai endit,tuhan memberikan mu risky yang berlimpah tapi kau tidak bersyukur,KAU KIKIR
Nyi endit        :hahaha…..kau mau menghukum ku,tidak salah ni? Kamu tidak lihat centeng-centengku banyak sekali pukul saja pasti mati
Penemis         :tidak perlu repot-repot mengusirku,aku akan pergi dari sini jaka kau bisa mencabut tongkat ku dari tanah
Nyi endit        ;dasar nenek gila,apa susahnya nyabut tongkat,tanpa tenagapun aku bisa
(nyi endit mencoba menyabut tongkat,ternyata tongkat itu tidak bergeming)
Nyi endit        ;sialan! (lalu menyuruh si centeng-centengnya) centeng…cabut tongkat itu! Awas kalau sampai tidaktercabut.gajih akan ku potong.
(centeng itu mencoba untuk mencabut tongkat itu,namun tidaj berhasil)
Nenek                        :hahaha…kalian tidak berhasil,ternyata tenaga kalian tidak deberapa.lihat aku akan mencabut tongkat ini.nenek itu mencabut tongkat itu,dan tiba-tiba dari bekas tancapan tongkat si nenek menyembur air yang sangat deras).Nyi endit inilah hukuman buatmu! Air ini adalah airmata para penduduk yang sengsara karena mu.kamu akan tenggelan oleh air ini!
Si nenek menghilang,dan nyi endit panic melihat air yang meluap dengan deras.ia berlari nenyelamatkan hartanya dan air meluap segera dan nyi endit tenggelam bersama hartanya).