Kasus Angelina Sondakh dalam wisma atlet

Anggota Komisi III DPR Indra sepakat jika KPK menggunakan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam kasus Angelina Sondakh. Menurutnya, pasal TPPU bisa membuat jera koruptor karena secara tak langsung aset hasil korupsi dikembalikan kepada negara.

"Seharusnya KPK juga mengunakan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Dengan menggunakan UU TPPU, nantinya uang hasil kejahatan/korupsi dari para koruptor tersebut bisa disita/diambil negara. Penyitaan aset ini sangat penting artinya dalam pemberantasan korupsi. Untuk memberi efek jera. Koruptor memang harus 'dimiskinkan' dengan menyita/mengambil uang/aset hasil korupsi," ujarnya dalam pesan elektronik, Minggu, (30/4).

Menurut kader PKS tersebut, dari kasus-kasus korupsi yang terjadi selama ini, hukuman yang diterima koruptor sangat kecil baik dari segi sanksi kurungan maupun denda. Padahal, menurutnya, korupsi yang dilakukan puluhan hingga ratusan miliar. Karenanya, Indra mendesak KPK memiskinkan koruptor.

"Uang hasil korupsinya masih bisa digunakan untuk membeli fasilitas mewah & fasilitas 'khusus lainnya' dilapas, dinikmati keluarga, & dinikmati/berfoya-foya setelah menjalani kurungan 2-3 tahun. Jadi, akhirnya sanksi yang dberikan kepada koruptor tersebut kurang memberikan efek jera dan juga untuk pihak-pihak yang berniat melakukan korupsi," tuturnya.

Indra juga mendukung penuh KPK dan juga mengawal agar lembaga antikorupsi itu bekerja serius dan profesional dalam mengungkap kasus korupsi seperti yang saat ini tengah diselidiki KPK untuk mengungkap kemungkinan pihak lain terlibat dan dalang kasus korupsi seperti kasus Wisma Atlet. (*/OL-10)

Brownies Bolu Kukus


bahan i:
4 kuning telur
2 putih telur
100 gram gula pasir
1 sendok teh sp
40 gram tepung terigu protein sedang
20 gram cokelat bubuk
75 gram margarin, dilelehkan
30 gram dark cooking chocolate
2 sendok teh cokelat pasta

bahan ii:
50 gram margarin
50 gram cream cheese
25 gram tepung gula
2 butir telur
60 gram tepung terigu protein sedang
15 gram susu bubuk
25 gram white cooking chocolate, dilelehkan


Cara Pengolahan :

  1. Bahan II: kocok margarin, cream cheese, dan tepung gula sampai lembut. Masukkan telur satu per satu sambil dikocok rata.
  2. Tambahkan tepung terigu dan susu bubuk sambil diayak dan diaduk rata. Masukkan white cooking chocolate. Aduk rata. Sisihkan.
  3. Bahan I: panaskan margarin. Tambahkan dark cooking cokelat. Aduk sampai larut. Sisihkan.
  4. Kocok telur, gula, dan SP sampai mengembang. Tambahkan terigu dan cokelat bubuk sambil diayak dan diaduk rata.
  5. Masukkan campuran cokelat dan cokelat pasta. Aduk rata.
  6. Tuang 1/2 adonan cokelat ke dalam loyang 24x24x3cm. Sendokkan adonan putih di beberapa tempat. Kukus 5 menit.
  7. Tuang sisa adonan cokelat. Sendokkan adonan putih.
  8. Kukus 15 menit. Angkat.
  9. Oles selai cokelat. Gulung sambil dipadatkan.

Penundaan Sementara Kenaikan BBM di Indonesia

Genderang tabu yang ditiupkan Pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi telah diputuskan oleh DPR malam tadi setelah melakukan rapat paripurna yang cukup alot dari pakul 13.30 WIB hingga dapat mengambil keputusan pada pukul 01.00 WIB dinihari. Rapat paripurna ini juga diwarnai walk out yang dilakukan Fraksi Partai Hanura dan Fraksi PDI-Perjuangan yang ‘merasa’ tidak dihargai lagi pada saat paripurna berlangsung, sehingga rapat pun harus dilakukan dengan voting terbuka karena tidak dapat memperoleh hasil musyawarah bersama. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya memutuskan untuk ‘menunda’ kenaikan BBM bersubsidi. Mengapa menunda? Pasalnya, DPR memutuskan untuk ‘menyelipkan’ ayat 6a dalam pasal 7 ayat 6. Ketua DPR Marzuki Alie Jumat Malam (30/3/2012) telah mengesahkan RAPBN-P 2012 menjadi APBN-P 2012 dimana opsi 2 yang ‘menyelipkan’ ayat 6a menjadi bagian didalamnya.
Pasal 7 ayat 6a berisi poin “Dalam hal rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Oil/ICP) dalam hal ini bisa mengalami kenaikan atau mengalami penurunan 15% secara rata-rata dalam waktu 6 bulan maka pemerintah dapat menyesuaikan harga BBM”.
Dari pasal tersebut sangat tegas menyatakan, apa yang terjadi kedepan maka kenaikan BBM bergantung kepada harga minyak mentah Indonesia. Asumsi dalam APBN-P 2012, ICP ditetapkan sebesar US$ 105 per barel. Berarti jika rata-rata selama 6 bulan ICP mencapai US$ 120,75 maka BBM bisa naik menjadi Rp 6.000 per liter.
Berdasarkan data dari Kementerian ESDM, ICP rata-rata untuk 6 bulan ke belakang dari saat ini adalah US$ 116,49 per barel dengan rincian ICP :
* Oktober 2011 US$ 109,25 per barel,
* November 2011 US$ 112,94 per barel,
* Desember 2011 US$ 110,70 per barel,
* Januari 2012 US$ 115,90 per barel,
* Februari 2012 US$ 122,17 per barel, dan
* Maret 2012 US$ 128 per barel.
Dengan realisasi harga itu, maka dalam 6 bulan ini kenaikan rata-rata ICP masih 10,94% dibandingkan asumsi harga minyak yang ditetapkan pemerintah dalam RAPBN-P 2012 sebesar US$ 105 per barel. Jadi, masih di bawah 15%, sehingga pemerintah belum bisa menaikkan harganya.
Sebenarnya pasal yang baru saja diketok oleh DPR tersebut bertentangan dengan pasal 33 UUD 1945. Dalam ayat 3 pasal tersebut dinyatakan bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara. Sehingga tidak bisa diserahkan ke harga pasar. Negara harus menentukan sendiri harganya, tidak boleh berpatokan terhadap pasar. Itu merupakan pendapat dari ahli hukum Tata Negara, Margarito. Kasus seperti ini juga pernah terjadi dan dimenangkan Mahkamah Konstitusi pada tanggal 21 Desember 2004 yang menyatakan pasal 28 ayat 2 dan 3 UU Migas batal. Pengujian UU Migas ini terhadap UUD 1945 bernomor perkara 002/PPU-I/2003, di mana pemohon judicial review adalah Asosiasi Penasihat Hukum dan Hak Azazi Manusia Indonesia (APHI), BPHI, Yayasan 324, Solidaritas Nusa Bangsa, Serikat Pekerja Pertamina, dan Panji R Hadinoto yang mewakili Universitas Perjuangan ’45.
Pasal 28 ayat 2 dan 3 UU Minyak dan Gas (UU Migas) itu sendiri berbunyi ‘Harga bahan bakar minyak dan harga gas bumi diserahkan pada mekanisme persaingan usaha yang sehat dan wajar. Pelaksanaan kebijaksanaan harga sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 tidak mengurangi tanggung jawab sosial pemerintah terhadap golongan masyarakat tertentu’.
Dengan logika yang hampir ‘mirip’ dengan penambahan pasal 7 ayat 6a UU APBN-P diatas, maka ada harapan bagi rakyat Indonesia untuk dapat melihat harga BBM bersubsidi untuk tidak naik tahun 2012 ini. Namun bila ternyata setelah diajukan gugatan ke MK dan MK memutuskan menolak gugatan tersebut, Pemerintah bisa saja menaikkan harga BBM bersubsidi setelah tanggal 31 Agustus 2012 dalam hal harga ICP lebih dari US$ 120,75 per barel. Tentu saja keputusan paripurna DPR yang terhormat Jumat Malam tadi secara tersirat ‘mengamini’ kenaikan BBM bersubsidi, tinggal menunggu waktu dan perkembangan harga minyak dunia saja. Kalau rapat paripurna kemarin tidak menyisipkan pasal 7 ayat 6a, rakyat setidaknya tidak mengalami kenaikan harga BBM bersubsidi untuk tahun 2012. Hal inilah yang disuarakan oleh Fraksi PDI-Perjuangan, Gerindra, Hanura, dan PKS yang menolak adanya pasal tambahan tersebut walaupun pada saat voting terbuka Fraksi Hanura yang diikuti Fraksi PDI-Perjuangan abstain karena walk out.
Dengan adanya suara Fraksi PKS yang menolak dengan tegas kenaikan harga BBM bersubsidi -tidak ada tambahan pasal 7 ayat 6a-, membuat posisi PKS di koalisi pemerintahan rawan. Berada di pemerintahan tetapi menolak usulan pemerintah. Usulan mendepak PKS dari koalisi pemerintah semakin kencang didengunkan. Tinggal saja SBY yang memutuskan apakah berani ‘meng-kick‘ PKS dari koalisi atau tidak. Jika berani ‘mengusir’ PKS dari koalisi, tentu saja jabatan Menkominfo, Menteri Sosial dan Menteri Pertanian akan lowong karena sekarang dijabat oleh kader PKS. Tapi dengan melihat posisi tawar PKS yang tinggi baik di parlemen maupun di pemerintahan, rasanya SBY belum kuat untuk meng-kick PKS dari koalisi pemerintah.
Jika di Indonesia ramai soal BBM menyusul kebijakan pemerintah yang ingin menaikkan harga BBM bersubsidi karena naiknya harga minyak mentah internasional, di negeri tetangga situasi serupa tidak terjadi. Di Malaysia, pemerintah negara jiran tersebut justru mengambil kebijakan mempertahankan subsidi terhadap bahan bakar minyaknya.

Christian bautista-till the end of time


i try to resist what my heart feels
but i’m falling into pieces
drifting further away from you
everything won’t seem right
if you were here with me
you’d brush away this loneliness from me
(reff)
there will never be another by my side
because all i am is just for you
and there can never be another by my side
i need you here with me
and brush away this loneliness from me
everything was seem so right
if you were here with me
everything was seem right.. once again
i need you here with me
(reff)
you’d brush away this loneliness from me
till the end of time… x2
(reff)
you brush away this loneliness from me
till the end of time… x2

Band Last Child

lihatlah luka ini yang sakitnya abadi
yang terbalut hangatnya bekas pelukmu
aku tak akan lupa tak akan pernah bisa
tentang apa yang harus memisahkan kita

di saat ku tertatih tanpa kau disini
kau tetap ku nanti demi keyakinan ini
jika memang dirimulah tulang rusukku
kau akan kembali pada tubuh ini
ku akan tua dan mati dalam pelukmu
untukmu seluruh nafas ini

kita telah lewati rasa yang pernah mati
bukan hal baru bila kau tinggalkan aku
tanpa kita mencari jalan untuk kembali
takdir cinta yang menuntunmu kembali padaku

di saat ku tertatih tanpa kau disini
kau tetap ku nanti demi keyakinan ini

jika memang kau terlahir hanya untukku
bawalah hatiku dan lekas kembali
ku nikmati rindu yang datang membunuhku
untukmu seluruh nafas ini

dan ini yang terakhir (aku menyakitimu)
ini yang terakhir (aku meninggalkanmu hooo..)
tak kan ku sia-siakan hidupmu lagi
ini yang terakhir, dan ini yang terakhir
tak kan ku sia-siakan hidupmu lagi

Loving Money Too Much; Example of Spoof

There was a man who liked money very much. He worked all of his life and wanted to save all of his money for his own future. He was a real miser when it came to his money. He loved money more than just about anything.
Even, just before he died, he said to his wife; "Now listen, when I die, I want you to take all my money and place it in the casket with me. I wanna take my money to the afterlife." So he asked his wife to promise him with all her heart that when he died, she would put all the money in the casket with him.
Well, one day, he really died. Then he was stretched out in the casket. The wife was sitting there in black clothes next to her closest friend. When they finished the ceremony, just before the undertakers got ready to close the casket, the wife said "Wait just a minute!"
She had a box in her hands. She came over with the box and placed it in the casket. After that the undertakers locked the casket down and rolled it away. Not long after that, her friend said, "I hope you were not crazy enough to put all that money in the casket."
The wife turned to her friend and replied; "Yes, because I have promised." Then she continued; "I can't lie. I promised him that I was going to put that money in that casket with him." Feeling shocked, her friend said; "You mean that you have put every cent of his money in the casket with him?" Then the wife answered; "Surely I did. I got it all together, put all the money into my account and I just wrote him a check."






                                                                            ***


Notice on Generic structure of spoof sample
Spoof text is very similar to recount text. Both spoof and recount tell about the past event with chronological order. Its purpose is to amuse reader with funny story. The story mostly is ended with an unpredictable event.
The above spoof sample has generic structure as follow:
Orientation: It is the introduction of the story. By giving the orientation, reader will recognize, for the first time, who involves in the story.The above story talks about a wife and his husband who loves money too much even up to his death.
Events: Several events are explored in chronological way which able to arrange the story read nicely.Promising with her money miser husband, Putting the box inside casket, locking and rolling the casket are the events which build the complete story.
Twist: This is the unpredictable event/thing/way which amuse the reader. Readers even did not predict before that it would be. When reading the above story, for the first, readers likely think that the wife would put all the money instead of just a check

Teks Spoof

 Apa sih teks Spoof itu ?
Teks spoof adalah teks yang menceritakan sebuah kejadian lucu atau peristiwa yang aneh yang telah terjadi di masa lampau.
Struktur dari teks spoof yaitu:
1. Orientation: Berfungsi sebagai awal cerita yang mengantar ke dalam inti cerita
2. Event 1: Bagian yang menceritakan kejadian awal
3. Event 2: Bagian yang menceritakan kejadian setelah kejadian awal (bila ada)
4. Twist: Akhir yang tidak terduga atau lucu


 “That Phone is Off” ; example of spoof

Soon after he left college, Dave found one of his uncles who was very rich and had no children of his own died and left him a lot of money, so he decided to set up his own real estate agency.

Dave found a nice office. He bought some new furniture and moved in. he had only been there for e few hours when he heard someone coming toward the door of his office.
“It must be my first customer” Dave thought. He quickly picked up the telephone and pretended to be very busy answering an important call from someone in New York who wanted to buy a big and expensive house in the country.
The man knocked at the door while this was going on. He came in and waited politely for Dave to finish his conversation on the phone. Then the man said to Dave; “I am from the telephone company and I was sent here to connect your telephon

                                              
                                                                 ***

Orientation: Dave was a lucky man. He suddenly became a very rich man because of the death of his rich uncle who had no children. He inherited his uncle’s money.
Event 1: Being rich, he wanted to set up his estate company
Event 2: He had his new office. In his office, he pretended to be a very successful businessman. He acted as had an important client. He showed by making conversation on the phone.
Twist: The man whom he showed is a telephone technician. He came to Dave’s office to connect that phone.